Belanja Online?

Belanja online?
Iya, nggak, iya, nggak… ? 
*ragu-ragu mode*

Red shopping basket signSejak istilah e-commerce diperkenalkan kepada para pengguna internet di Indonesia, sebagian orang masih belum mau dan tak terlalu percaya untuk berbelanja barang kebutuhan mereka di dunia maya atau istilah populernya belanja online.

Anggapan yang kerap terdengar di masyarakat berbelanja online itu seperti membeli kucing dalam karung; yang dipesan barang A, yang sampai di tangan tak sama bahkan tak sesuai dengan  gambar atau foto barang yang dipesan.

Kekhawatiran terbesar konsumen di Indonesia adalah masalah penipuan. Tak hanya itu, soal ketersediaan detail informasi, pembayaran, pengiriman barang yang tak sesuai janji, dan kurangnya pemahaman bertransaksi secara online membuat industri e-commerce di Indonesia kurang diminati masyarakat Indonesia sehingga perkembangannya boleh dibilang lambat.

Namun, pesatnya kemajuan teknologi dan sosial media membuat masyarakat terpaksa mencari tahu, belajar, mencoba, dan merasakan sendiri berbelanja secara online hanya supaya tak disebut sebagai orang yang ketinggalan zaman alias nggak update dan kuno! Sebuah sanksi sosial yang menyesakkan!

Faktanya, pada tahun 2011, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat nilai transaksi e-commerce Indonesia bisa mencapai 63 triliun rupiah. Jumlah tersebut pun meningkat dua kali lipat menjadi 126 triliun rupiah di tahun 2012. Dari tahun ke tahun pun, jumlah anggota e-commerce Indonesia tak pernah berkurang, bahkan cenderung bertambah. Fantastis!

Artinya, anggapan belanja online seperti membeli kucing dalam karung, berhenti sampai sebatas anggapan belaka. (Teks: Ervina/ilustrasi: berbagai sumber)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*