Pemakan Kentang Pertama

Jenis sayuran umbi yang satu ini, memang sudah populer. Siapa yang suka makan kentang?
Jenis sayuran umbi yang satu ini, memang sudah populer. Siapa yang suka makan kentang?

Kamu tahu tidak? Ternyata, kentang, yang menjadi makanan pokok nomor 4 di dunia setelah beras, jagung, dan gandum, bukan berasal dari benua Eropa, lho!

Padahal, banyak orang yang menganggap orang Eropa, dalam hal ini masyarakat di negara Irlandia yang menjadi pemakan kentang pertama di Eropa.

Tanaman kentang yang digolongkan ke dalam salah satu sayur-sayuran, aslinya berasal dari Amerika Selatan. Di negara ini, rata-rata orang makan kentang sebanyak 60 kg per tahun, atau 5 kg per bulan, atau, 1,25 kg per minggu.

Eh, ada yang tahu, sehari mereka makan berapa banyak kentang?

Nah, bangsa Eropa yang pertama kali memperkenalkan kentang sebagai makanan adalah bangsa Spanyol. Merekalah yang menemukan tanaman kentang yang bisa dimakan di Pegunungan Andes, Chile, Peru (Amerika Selatan).

Buat Suku Inca, kentang tak hanya dimakan, tapi juga disembah dan untuk meramal cuaca!
Buat Suku Inca, kentang tak hanya dimakan, tapi juga disembah dan untuk meramal cuaca!

Asal kamu tahu saja, sejak tahun 200 Sebelum Masehi, kentang sudah ditanam untuk dijadikan makanan oleh Suku Inca (suku pedalaman asli Amerika Selatan). Namun, kentang baru mulai diperkenalkan di daratan Inggris Raya, pada akhir tahun 1500an. 

Jadi menurut sejarahnya, kentang purbakala tertua berasal dari abad 5 SM. Para arkeolog menemukan sisa-sisa kentang di reruntuhan kuno peninggalan suku Inca di Peru dan Chile, Amerika Selatan.

Menurut temuan itu, Suku Inca yang menyebut kentang dengan sebutan “PAPAS” tak hanya memakan kentang, tapi juga menyembahnya.

Mereka pun memiliki doa dalam bahasa Inca untuk menyembah dan memuja kentang. Hmm, tak hanya disembah. Kentang pun ternyata juga digunakan dalam kehidupan Suku Indian Aymara dan Inca untuk meramal cuaca!

Asal tahu saja, pada masa itu, kentang atau PAPAS yang ditanam oleh Suku Inca kulitnya gelap keunguan dan berdaging kuning.

KENTANG DI EROPA

Meski kentang sudah populer di Amerika Selatan, tak begitu halnya di Eropa. Meskipun, banyak orang yang menganggap makanan yang satu ini berasal dari daratan Eropa sana.

Tak ada yang tahu kapan persisnya kentang mulai ditanam di daratan Eropa. Perkiraannya, tahun 1500-1600an. Di akhir tahun 1500an, Bangsa Spanyol menjadikan kentang sebagai alat tukar menukar (dalam perdagangan).

Kemudian, pada tahun 1620, kentang mulai diperkenalkan di Jerman oleh Frederick The Great. Kala itu, rakyat Jerman diharuskan untuk makan kentang untuk mengatasi bencana kelaparan. 

Kentang di Prancis dipopulerkan oleh seorang ahli agrikultur dan kimia, Antoine Augustin Parmentier. Gara-garanya, ia pernah dipenjara di Jerman. Saat di penjara, ia selalu diberi makan kentang. Ketika pulang ke Prancis, ia mulai memperkenalkan kentang untuk dikonsumsi.

Revolusi industri (termasuk di bidang pertanian) yang terjadi di Eropa membuat kentang semakin populer. Tahun 1719, imigran dari Irlandia membawa kentang ke Londonerry, New Hampshire. Di sanalah untuk pertama kalinya kentang ditanam dalam jumlah besar. Anehnya, saat itu tetap saja kentang dikenal hanya sebagai makanan ternak, ketimbang makanan manusia.

Tahun 1800an, bangsa Irlandia mulai mengonsumsi kentang rata-rata 10 kentang sehari. Kentang berkontribusi sebanyak 80% dari jumlah asupan kalori mereka setiap harinya. Sayangnya, di tahun 1840, Irlandia dilanda musim hujan yang luar biasa sehingga membusukkan seluruh tanaman kentang.

Hmm.. kemungkinan besar, karena alasan itulah banyak orang menganggap bangsa Irlandia sebagai bangsa pemakan kentang yang pertama.

Jadi, sebenarnya, bangsa yang pertama kali memakan kentang untuk pertama kalinya adalah Suku Bangsa Inca. Bukan orang Eropa! (Ervina/berbagai sumber)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*