Imlek dan Hujan

Tanggal 31 Januari 2014 tanggal merah. Di kalender, tertulis “Tahun Baru Imlek 2565.”Hebatnya, Imlek tahun ini jatuhnya pas banget di hari Jumat. Artinya, long weekend alias libur panjang. Rencana mau liburan panjang, jadi tertunda, karena kondisi cuaca yang basah banget.

Berkah hujan menjelang tahun baru Imlek 2014 (foto: dok.pipien)
Berkah hujan menjelang tahun baru Imlek 2014 (foto: dok.pipien)

Hujan mulai dari pertengahan Januari, enggak berhenti mengguyur tanah air! Akibatnya, air sangat-sangat berlimpah. BANJIR! Termasuk Jakarta dan daerah penyangga di sekitarnya. Hufff… Jakarta kebanjiran. Sudah tidak asing lagi, kan?

Bencana yang satu ini membuat kita semua prihatin. Apalagi, hujan pun seakan enggan berhenti dan langit seakan enggan pula memunculkan sinar mataharinya yang cerah. Selentingan dengar, hujan yang berlangsung menjelang tahun baru Imlek ini diperkirakan akan terus turun sampai malam pergantian tahun di kalender Tionghoa.

Eh, memang ada hubungannya antara Imlek dan hujan? Gali-gali info dari berbagai sumber, memang ada kok hubungannya. Tahun baru Imlek selalu jatuh pada musim penghujan. Itu sebabnya Tahun Baru Imlek selalu identik dengan turunnya hujan.

Buat masyarakat Tionghoa sendiri, hujan yang jatuh pada malam tahun baru hingga keesokan harinya bermakna dan sebagai pertanda keberkahan dan kemakmuran kehidupan di tahun mendatang. Nah, kalau tidak hujan, mereka percaya hal itu merupakan isyarat bahwa di tahun depan kehidupan akan banyak cobaan.

Keyakinan terhadap pertanda itu disebabkan nenek moyang masyarakat Tionghoa adalah masyarakat agraris, sehingga hujan menjadi sesuatu yang dinantikan. Ada juga yang meyakini bahwa pada malam menjelang Imlek, pertanda Dewa Hujan turun ke bumi menyiramkan keberkahan.

Bagi saya, yang tinggal di negeri dua musim ini, hujan ataupun panas akan selalu menjadi berkah yang saya syukuri sebagai anugerah dari Sang Pencipta. (Ervina)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*